Memasak Itu Butuh Detail, Kepintaran, dan Hati

Memasak itu seni. Meracik bumbu, hingga tercipta makanan yang lezat, ditata dengan indah diatas piring dan disajikan di meja makan adalah seni.

Makanan yang dihidangkan lebih indah, akan lebih menarik dan menggugah selera makan bagi para penikmatnya. Bahkan adakalanya seseorang tidak sayang mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk menikmati sebuah hidangan yang istimewa di restoran mewah. Itu artinya bahwa kepuasan batin lebih diutamakan daripada materi.

Tetapi hidangan yang sederhanapun akan terasa nikmat, apabila dihidangkan sepenuh hati, layaknya seorang ibu yang membuat makanan buat keluarga dan buah hatinya yang tercinta.

• Skenario visualanya adalah sebuah sinetron atau film.
• Resep makanan visualnya adalah makanan siap saji.

Seperti penulis pada umumnya, yang harus punya kemampuan untuk menjadikan satu cerita menjadi bagus, enak dibaca, dapat dinikmati, kaya makna dan bermanfaat.

Penulis resep masakan juga harus punya kemampuan yang baik tentang macam-macam bumbu, takaran atau ukuran bahan, serta macam-macam bahan makanan. Selain itu penulis tentang resep masakan atau lebih kerennya kuliner, harus selalu update dan memperkaya diri dengan macam bahan masakan yang baru, bahan masakan dari daerah atau negara lain. Banyak membaca resep-resep orang lain, dan mempraktekan resep masakan yang baru. Karena dari sanalah inspirasi resep masakan baru dan kreatif akan terwujud.

Satu resep masakan akan dengan mudah diapresiasi oleh orang lain, jika resepnya tidak rumit, bahan dan alat-alat masakannya juga gampang, serta penyampaian resepnya mudah dimengerti.

Selamat mencoba resepnya. Semoga berhasil.

Iklan
Featured post

22 TAHUN SUPER INDO SERENTAK DENGAN PROGRAM “GERAKAN MAKAN SEHAT”

Siapa coba yang tidak kenal sama Chef Steby Rafael, chef ganteng masakannya super lezat. 😁

Nah, Rabu (28/8/2019) bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Super Indo yang ke 22, Super Indo Duren Tiga mengundang chef Steby dalam acara Cooking Demo. Senangnya jadi dobel deh, bisa nambah ilmu masak sekaligus bertemu dengan chef Steby, si chef ganteng itu. 😁😍
saya hadir bersama teman-teman dari Blogger Halal Is My Life.
Masakan yang didemokan adalah masakan simple dan bahan-bahanya gampang dicari, soal rasa… nyus pokoknya. Salah satu masakannya, Ikan Dori Sambal Matah.

Saat Cooking Demo, peserta yang bertanya mendapatkan voucher belanja, tambah seru semarak. Tidak lupa selesai mendemokan masakannya, peserta diperbolehkan mencicipi hasil masakan chef Steby, langsung ludes karena saling berebut untuk merasakan masakan tangan chef Steby. Walau hanya mencicipi sedikit-sedikit, peserta cukup antusias.

SEDIKIT TENTANG SUPER INDO

PT Lion Super Indo (Super Indo), jaringan supermarket terkemuka di Indonesia berdiri sejak tahun 1997, berkomitmen untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat hidup sehat dengan cara berolahraga dan mengonsumsi produk segar. Sejalan dengan komitmen ini, Super Indo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-22 mengajak 22.000 anak dari beberapa sekolah di sekitar gerai untuk makan buah bersama-sama secara serentak di 165 gerai yang tersebar di Jawa dan Sumatera dalam program “Gerakan Makan Sehat, Ayo Makan Buah”

Program “Gerakan Makan Sehat” merupakan program yang telah dilakukan Super Indo sejak tahun 2017. Tahun ini kegiatan makan buah bersama di selenggarakan pada hari Senin (28/8) dipusatkan di Super Indo Duren Tiga, Jakarta Selatan diikuti oleh 135 anak-anak disetiap gerai dari kalangan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Selain makan buah secara serempak, para peserta juga di ajak berkeliling toko guna edukasi mereka terkait gambaran umum Supermarket, cara belanja di Supermarket hingga mengenal macam-macam buah, sayuran dan ikan serta manfaatnya.

Kini, Super Indo telah memiliki 165 gerai yang tersebat di 29 kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan bagian selatan Sumatera, serta 6 supermarket waralaba dengan merek Super Indo Express yang belokasi di Tengerang, Bekasi dan Depok. Didukung lebih dari 8.000 karyawan terlatih

Super Indo menyediakan beragam produk kebutuhan sehari-hari lebih lengkap dengan kwalitas dan harga lebih hemat. Lokasi yang strategis mudah di jangkau. Kwalitas, dan kesegaran produk selalu dijaga dengan memilih sumber-sumber yang terbaik dan penanganannya melalui standar prosedur operasional dengan kontrol yang selalu terjaga. Hal inilah yang menjadikan Super Indo menjadi tempat pilihan belanja yang mengedepankan “Lebih Segar”, “Lebih Hemat”, dan “Lebih Dekat.”

Informasi lengkapnya kepoin website: http://www.superindo.co.id
FB: Super Indo Supermarket
IG: @infosuperndo.

#EatWellLivebetter #MakanBaikHidupLebihSehat

Diharapkan dengan program Gerakan Makan Sehat, masyarakat akan lebih sadar dan peduli terhadap anak-anaknya, untuk selalu menambahkan buah dan sayur, dalam setiap menu makanan sehari-hari. Dengan begitu akan tercipta generasi yang sehat.

Sahabat ingin belanja bulanan, pastikan hanya ke Super Indo ya, satu tujuan semua kebutuhan tersedia dengan kwalitas yang ok.

Selamat berbelanja

INDONESIA PROPERTI EXPO 2019 BERSINERGI DENGAN PROGRAM SEJUTA RUMAH

Tahun ini penyelenggaraan IPEX (Indonesia Properti Expo) yang ke 18, kembali dihelat di Jakarta Convention Center 27 Juli – 4 Agustus 2019. Bank BTN sebagai sponsor tunggal, menyediakan fasilitas kredit/pembiayaan KPR atau KPA. Total pengembang yang berpartisipasi pada event kali ini sebanyak 165 pengembang yang terdiri dari pengbang KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi, dengan total proyek properti sebanyak +/- 650 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank BTN sendiri juga memberikan banyak penawaran istimewa pada IPEX ini diantaranya:
a. Suku bunga KPR yang murah sebesar 6,99% fixed rate 1 (satu) tahun bekerjasama dengan pengembang pilihan.
b. Bebas biaya provisi dan administrasi
c. Uang muka ringan mulai dari 1%
d. Diskon asuransi jiwa sebesar 20%

Dari hasil penjualan event IPEX yang rutin diselenggarakan tiap tahun tentunya turut membantu kinerja serta bisnis Bank BTN dimana potensi KPR/KPA dari penyelenggaraan IPEX ini dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tahun ini diselenggarakan dari tanggal 27 Juli s/d 4 Agustus 2019.
Dengan dukungan penuh dari perbankan nasional pada sektor properti, makan akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.Dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah, per 30 Juni 2019, BTN juga telah menyalurkan kredit perumahan untuk 424.863 unit rumah atau senilai Rp36,42 triliun. Informasi tentang IPEX bisa dilihat dan difollow,
http://www.instagram.com/indonesiapropertiexpo/

Home

Event Indonesia Properti Expo mempermudah masyarakat yang punya rencana membeli rumah atau apartemen, karena dengan menghadiri IPEX 2019 bisa melihat langsung model dan type perumahan atau apartemen yang diinginkan. Karena pengembang membuat miniatur disaign rumah dan banyak menawarkan kemudahan, dibantu oleh para penjaga stan dalam menjelaskan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan pengembang-pengembang.

SERBA-SERBI MENATA RUMAH
Setelah membeli rumah, pastinya kita dituntut untuk menata rumah sedemikian rupa supaya jadi nyaman dihuni. Nah, disela-sela event akbar Indonesia Properti Expo 2019, Bank BTN mengundang para blogger dari komunitas blogger ISB dalam acara: Talkshow & Blogger Gathering Serba-serbi Menata Rumah dengan narasumber, Zata Ligouw mengupas tentang Tip & Trick Menata Ruang Kerja di Rumah dan Adelya Vivin mengupas Tip & Trick, Menata Rumah Mungil.Zata Ligouw mengutip dan menjelaskan, “Menurut penelitian di Universitas Michigan, memberi sentuhan alam di ruang kerja, seperti menaruh tanaman di meja atau di sekitar ruangan, dapat menambah daya serap hingga 20 %. Pengaruh alam di dalam ruang kerja membantu menstimulasi indera dan pikiran, meningkatkan kesadaran mental serta performa dalam bekerja”.Aksesoris dalam ruang kerja berfungsi:

* Menunjang pekerjaan

* Menaikan mood kerja

* Mempercantik ruangan

Ruang atau meja kerja juga, tidak harus yang mahal, bisa memanfaatkan apa yang ada di rumah, hanya saja diperlukan tempat khusus, misal di pojok ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan yang membuat kita nyaman. Begitupun meja kerja, tidak harus beli yang mahal, bisa membuat sendiri dengan model yang unik.
Sedangkan manfaat tanaman di Ruang Kerja :*Meningkatkan mood

* Meningkatkan produktivitas

* Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi

* Mendatangkan kebahagiaan

* Membuat rileks dan nyaman

* Mengurangi stress

* Meningkatkan kesadaran mental

Penelitian membuktikan bahwa tanaman di dalam rumah meningkatkan konsentrasi dan produktivitas (sampai 15%), mengurangi stress, serta meningkatkan mood.

Adelya Vivin sedikit menjelaskan menata rumah minimalis, diantaranya:
Small space living
1. Hidup diruangan yang kecil, membutuhkan gaya hidup yang disederhanakan, karena lebih sedikit ruang, berarti lebih sedikit space
2. Tahap2 perencanaan
– Menentukan apa saja kebutuhan seluruh keluarga
– Mengenal karakter diri sendiri dan keluarga
– Menghitung budget yg tersedia

Rumah mungil akan terlihat lapang dan luas, jika penataan barang, furniture pas sesuai porsinya, cat diindingnya putih, bisa ditambahkan open storage untuk menyimpan barang kenangan atau yang lama nggak terpakai. Carilah model yang unik supaya bisa mempercantik ruangan juga.
Selain itu penting memperhatikan sirkulasi udara dan pencahayaan baik yang alami ataupun buatan.
Intinya dengan sirkulasi yang baik, rumah tidak pengap, sehat. Ditunjang pencahaayaan yang baik, bisa hemat listrik, ketika cahaya alami dari matahari dimaksimalkan untuk masuk ke rumah ketika siang hari.Setelah menyimak pemaparan dari kedua narasumber, ilmunya patut dipraktekan, karena sekarang kebanyakan rumah yang minimalis, untuk keluarga kecil, ruangan juga, terbatas, tapi sabaiknya buat juga ruang kerja dengan meja kerja yang unik, berguna untuk pekerja yang membutuhkan me time. 😀

MAHASISWI BARU YANG TIDAK BARU

Sutradara kece Monty Tiwa kembali merilis film terbarunya Mahasiswi Baru. Setting film diambil di kota gudeg Yogyakarta, syuting dilakukan hanya 21 hari.
Mahasiswi Baru menghadirkan kolaborasi akting lintas generasi. Saat presscreening (1/8/2019), di XXI Plaza Senayan, Widyawati mengungkapkan “Saya berperan sebagai Lastri, karakternya sebagai mahasiswi baru, yang semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi”.
“Kalau bermain dengan anak muda, mereka saya rangkul biar deket, jadi tidak kaku dan sungkan saat adu akting”.

Adegan lucu dimulai dari awal saat pemotretan untuk kartu mahasiswanya Lastri.
Selanjutnya adegan demi adegan lucu lainnya makin membuat penonton ngakak berulang-ulang. Saat perploncoan, Lastri dengan PDnya memakai baju putih abu dan kunciran. Oleh senior dianggap aneh, terjadilah adegan dimana Lastri dijambak-jambak rambutnya dan mukanya, ditarik-tarik karena dianggap oleh seniornya terlalu mengada-ada. Tapi setelah tahu memang Mahasiswi Baru tersebut beneran orang tua yg usianya 70tahun, barulah para senior menaruh hormat. Disini Widyawati bermain total deh. Begitupun Danny, yang dimana saja selalu update berbagi cerita dengan followernya, terkadang malah menjadi pemicu keributan. Danny diperankan oleh Morgan Oey, menjadi salah satu gank Oma Lastri. Disamping ada Sarah (Mikha Tambayong), sekaligus berperan sebagai anak dekan fakultas dimana mereka kuliah. Vera (Sonia Alyssa), dan Erfan (Umay Shahab).

Keseruan dan tingkah kocak gank Odi (Oma Widyawati), terjadi tidak hanya di kampus, saat di kos Sarah, bahkan dirumah Ana (Karina Suwandi). Akting Widyawati maksimal. Jadi terlihat natural ketika berbaur dengan teman-teman ganknya yang terpaut jauh usianya.
Bisa terbayang kan, saat anaknya (Ana) marah ke ibunya (Lastri) karena ibunya dan teman ganknya lebih memilih angkat kaki pergi dari rumah, hanya karena tidak mau diatur-atur. Ana hanya bisa melihat dengan dongkol dan kecewa, ibunya end the gank pergi malam itu juga, dengan penuh suka cita. 😬😀

Kejadian kocak dan konyol juga terjadi, saat Sarah menyuruh Lastri pdkt sama dekan yang, diperankan oleh Slamet Raharjo, supaya Lastri tidak dikeluarkan dari kampus karena nilai yang jelek.

Secara keseluruhan Film Mahasiswi Baru bagus, rekomen deh buat ditonton bersama teman kampus atau keluarga besar. Jangan lupa ajak Oma Opa, biar tambah seru, nontonnya.
Film keluarga yang kocak, drama romans, penuh adegan lucu yang bikin ketawa sepanjang filmnya. 😆
Film Mahasiswi Baru akan tayang serentak di bioskop-bioskop 8 Agustus 2019. Selamat menikmati, dan jangan lupa tertawa bersama-sama ya.
😁😁😁

MAU BAYAR ASURANSI DEMAM BERDARAH PAKE TRUEMONEY SAJA

Penyakit demam berdarah itu adanya hanya di negara tropis, termasuk negara Indonesia yang saat ini berpenduduk 250juta.
Di Indonesia, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin bertambah. Berdasarkan data yang dirilis oleh kementrian kesehatan, jumlah kasus DBD per 29 Januari 2019 mencapai 13.683 jiwa.
Jadi penyakit demam berdarah perlu penanganan khusus dan kepedulian dari masyarakat semua.
Atas undangan dari taudariblogger.info saya bersama 10 temen blogger TDB, Kamis (25/7/2019) menghadiri, menyaksikan Press Conference kerjasama stratigis dan penandatanganan antara TrueMoney dengan CAR Life Insurance yang berlokasi di TrueMoney HQ Grand Rubina Business Park Lantai 19 Jl. HR Rasuna Said Kavling C-22 Jakarta Selatan 12940
Selain dari blogger hadir juga dari media lain, baik online maupun offline.
Acara dimulai jam 10, sesuai dengan undangan. Dibuka oleh duo MC.

Dilanjutkan sambutan dari pak Rio sebagai direktur TrueMoney.
“Produk asuransi mikro khusus demam berdarah ini, sudah tersedia di 16.000 agen TrueMoney yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara nasional, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin bertambah sejak awal 2019. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, jumlah kasus DBD per 29 Januari 2019 mencapai 13.683 dengan jumlah meninggal dunia 133 jiwa. Dengan adanya kerjasama TrueMoney bersama CAR Life Insurance, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya asuransi dan merasakan sendiri benefit asuransi terutama bagi masyarakat yang memang belum tergarap oleh layanan finansial,” Ungkap Rio Da Cunha, selaku Direktur TrueMoney Indonesia.

Dalam sambutanya, pak Jos Chandra mengemukakan, “Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan edukasi akan manfaat dan pentingnya asuransi. Kami juga berharap masyarakat semakin dimudahkan dalam membeli asuransi. ” (Jos Chandra Irawan, Direktur Marketing CAR Life Insurance).

TrueMoney Indonesia menggandeng PT AJ Central Asia Raya (CAR Life insurance) dalam meluncurkan produk asuransi mikro khusus untuk penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan harga premi yang terjangkau, yaitu
Rp 30.500 untuk yang 6 bulan, dan untuk yang setahun preminya Rp 43.000
Dengan mendapatkan santunan sebesar Rp 2.500.000 s/d Rp 5.000.000 yang bisa di klaim dalam waktu 10hari kerja.
Bagaimana caranya membayar premi menggunakan TrueMoney?

1. Download aplikasi agen TrueMoney Indonesia atau akun pribadi TrueMoney di google play store.
2. Login
3. Masuk ke menu, pilih menu asuransi CAR Life Insurance.
4. Pilih premi yang 6 bulan atau 12 bulan
5. Isi data pribadi, alamat email serta ahli waris. Untuk ahli waris ini adalah orang yang ada dalam satu KK. Jadi bisa suami, istri, saudara kandung, bapak, ibu atau anak.
6. Setelah transaksi berhasil maka kita tinggal bayar ke agennya, kalau pake akun pribadi, saldo akan langsung terpotong. Jadi pastikan saldonya cukup ya untuk membayar pembayaran asuransi ini.

Demikian ulasan sedikit tentang TrueMoney dan asuransi demam berdarah, semoga bermanfaat.

28 TAHUN TUPPERWARE INDONESIA

Sejak tupperware masuk ke Indonesia, melalui tangan dingin Ibu Nafisah Emir, seorang wanita pemilik salon kecantikan yang kemudian mendirikan PT Alif Rose, sebagai distributor pertama di Indonesia pada tanggal 11 juni 1991
Sejak itulah perjalanan kesuksesan tupperware Indonesia dimulai.
Hingga berusia 28 tahun, tupperware masih jadi produk unggulan dari merk-merk lain dengan produk berbahan plastik.
Walaupun dari bahan plastik, tupperware juga merambah produk kebutuhan dapur, seperti Speedy Mando, Turbo Chopper, Fusion Master Mincer dan lain2. Yang fungsinya adalah mempermudah bunda-bunda ketika masak di dapur.

Kota asal tupperware dari Orlando Amerika. Pada tahun 1946, Earl Silas Tupper menemukan bahan plastik yang, berkualitas, sehingga terciptalah produk tupperware pertama yaitu botol dan box makan.

Atas undangan taudariblogger, saya bisa menghadiri annyversary tupperware yg ke 28, dibarengi dengan demo masak yang dipandu oleh Bundo Yunita.
Ketika saya datang bersama teman-teman TDB, diatas meja sudah tersedia, tahu, ayam dan beberapa sayuran. Mau masak apa ya kira-kira dengan bahan sederhana tersebut.
Tidak berapa lama, acara dimulai dan dibuka oleh mbak Cindy sebagai penanggung jawab Tupperware Show Room Pondok Indah Mall 2.
Acara demo masakpun berlangsung seru, karena bundo Yunita selain pintar masak, ternyata beliau asli Padang, saat mendemokan masak Bakso Ayam Tahu, diselingi tanya jawab tentang produk tupperware yang digunakan untuk memasak saat itu. Diantaranya Speedy Mando, alat pengiris dengan dua mata pisau. Digunakan untuk mengiris bawang merah, yang nantinya akan digoreng untuk taburan baksonya.

Speedy Mando yang memiliki dimensi 25 x 9 x 7 cm. Peralatan ini mampu mengiris bahan makanan 2 kali lebih cepat dan pastinya lebih praktis. Tebal tipisnya juga bisa diatur sesuai keinginan kita.
Alat dapur selanjutnya adalah Turbo Chopper, fungsinya sebagai pencacah, dan kecepatanya yaitu 288 cacahan dalam waktu 15 detik. Sangat efisien dan simpel, hemat waktu.

Untuk penggilingan daging ayam, tahu dan wortel, menggunakan produk Fusion Master Mincer, yang berfungsi untuk menghaluskanya.

Saatnya membuat bakso ayam tahu, dengan bahan:
* 1kg dada ayam fillet
* 2 buah tahu putih yang, besar
* 2 buah wortel serut
* 1 butir telur
* Tepung terigu secukupnya.
Bumbu:
* Bawang putih cincang
* Lada bubuk
* Kaldu bubuk secukupnya.

Bahan pelengkap:
* Daun sledri iris halus
* Daun bawang iris halus
* Bawang goreng
Cara membuatnya:
1. Didihkan 2,5 liter air
2. Haluskan ayam, tahu dan wortel dengan menggunakan Fushion Master Mincer
3. Bagi 2 air yang mendidih tadi, 1bagian untuk kuah baksonya menggunakan Tchef yang besar, masukan cincangan bawang putih, lada bubuk dan kaldu bubuk, biarkan mendidih dengan api kecil.
Siapkan adonan bakso, aduk rata dan cetak menggunakan dua sendok kecil, masukkan bakso ke Tchef yang kecil hingga mengapung, setelah mengapung, masukan ke dalam kuah bakso, lakukan sampai adonan bakso habis.
Sajikan dengan pelengkapnya selagi hangat.

Dapat icip-icip bakso ayam tahu, nyus bener, walau dengan bahan-bahan sederhana, kalau dimasak dengan penuh semangat dan keceriaan bersama, rasanya tambah enak deh. Apalagi peralatan untuk memasaknya dari produk tupperware, masak jadi sehat, efisien dan hemat waktu. 😀

Diakhir acara, semua peserta mendapatkan souvenir produk tupperware. Pulang senang perut kenyang. 😀😀
Semoga ulang tahun ke 29 tahun depan, masih berkesempatan ikut merayakanya. Amin

Selamat ulang tahun yang 28, semoga kedepan tupperware.co.id tambah sukses dan selalu dihati ibu-ibu diseluruh Indonesia.
Alamat show room PIM 2, Southskywalk

HATI YANG TERPENJARA

Oleh: Nia Tiara

Surti berlari sekencang-kencangnya. Tanpa mempedulikan apapun, bahkan panggilan dari tetangga-tetangganya. Yang ada dikepalanya saat itu hanyalah secepatnya jauh dari kampungnya Kebonarum. Walau perih tinggalkan semua, tapi inilah jalan satu-satunya yang harus Surti tempuh.
“Surtiii ada apa? Kenapa seperti dikejar setan begitu?” tanya mbak Asih tetangga depan rumahnya.
“Ada apa dengan Surti ya?” kata mbak Asih menoleh ke ibunya.
“Ah, seperti biasanya, pasti bertengkar dengan ibunya”. Jawab Ibunya mbak Asih.
“Tapi, sepertinya kali ini pertengkaran mereka dasyat sekali. Sampai-sampai Surti pergi dari rumahnya buru-buru gitu.” Bisik Surti pada Ibunya. He ada Danang yang lagi mengejar dan memanggil-manggil Surti. Mbak Asih teriak kegirangan. Di kampung, Mbak Asih terkenal dengan julukan biang gosip.
“Danang, ada apa? Surti kenapa pergi dari rumah?” tanya mbak Asih penasaran.
Danang hanya melototi Mbak Asih dan ibunya, mereka kembali masuk rumah. Karena Surti terlanjur jauh, sudah masuk angkutan desa yang kebetulan sedang lewat. Tidak berapa lama, Danang terlihat mengeluarkan sepeda motor, pergi dengan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
“Ku doakan jatuh! Biar tahu rasa si Danang tu!! Emangnya ini jalan punya nenek moyangnya. Seenaknya saja seperti itu”! Mbak Asih sewot karena hampir kesenggol motornya Danang. Karena masih penasaran, mbak asih sengaja kedepan rumahnya.
“Kamu nggak apa-apa kan?” Ibunya mbak Asih sedikit cemas, ternyata ikut dibelakang mbak Asih.
“Asih baik-baik saja, Bu.” sahut Asih.
“Biarkan saja! Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang.” tiba-tiba Pak Rt melintas di depan rumah Surti.
Ibu dan anak itu malu, masuk rumah buru-buru.
Danang mencoba mengejar Surti
Tadi Surti sempat mendengar sekilas, gunjingan dari para tetangganya.Tapi apalah artinya gunjingan itu, dibanding dengan hatinya yang hancur… Yang penting aku harus jauh-jauh dari ibu dan Danang, apapun yang terjadi.
Selama ini dia terlalu percaya pada kekasihnya, tanpa syarat. Hanya sebulan sekali Danang datang ke rumah Surti. Kekasihnya itu bekerja di luar kota. Jadi Surti merasa kasihan, jika mengharuskan Danang sering-sering datang ke rumah hanya untuk sekedar melepas rindu. Sarana mereka berkomunikasi hanya melalui telepon.
Hampir setiap hari Danang telepon untuk menanyakan kabar dan keadaan usaha Surti. Surti sudah bahagia, karena baginya Danang adalah segala-galanya. Surti sangat percaya pada Danang. Apapun yang berhubungan dengan Danang, Surti percaya seratus persen. Justru kepercayaan Surti yang berlebihan itulah, malapetaka menimpa Surti dan keluarganya.
Ditengah perjalanan Surti turun dari angkutan desa, dia tahu Danang pasti mengejarnya. Surti berlari-lari lewat rumah-rumah penduduk. Banyak yang menanyakan kenapa Surti, berlari dan sering menengok ke belakang, kiri kanan, Surti hanya tersenyum masam. Surti takut tiba-tiba Danang terlihat melintas. Kali ini mereka sudah keterlaluan. Harga diriku mereka injak-injak, tidak punya malu!
Ibu yang selama ini jadi panutan dan tumpahan keluh kesahnya, ternyata tidak berbeda jauh dengan seorang pelacur. Dia tega mengkhianati dan menikam Surti dari belakang.
Danang kekasihnya, hanyalah seorang laki-laki yang sama dengan ayahnya dulu, yang mau meninggalkan keluarga demi kesenangannya sendiri. Jauh dilubuk hati Surti, dia rasakan semua yang telah dia lakukan untuk orang-orang yang sangat dia cintai, sia-sia belaka. Hancur bersama tragedi yang baru saja terjadi di hadapan matanya.
* * *
Meski tanpa bekal yang memadai, Surti memacu langkahnya. Kota Yogja adalah tujuan sementara, sebelum dia ingin meninggalkan pulau Jawa. Surti ingin ke Lampung, dimana keluarga besar ayahnya tinggal. Sudah puluhan tahun Surti tidak mengenal keluarga dari ayahnya. Ibunya selalu melarang Surti berhubungan dengan keluarga ayahnya. Lupakan kalau kamu punya ayah, pinta ibunya tiap kali Surti menanyakan kenapa ayah dan ibu bercerai. Surti masih belum genap setahun, ketika perceraian itu terjadi. Jadi Surti benar-benar tidak mengenal rupa ayahnya.
Dengan masih terengah-engah, Surti menghentikan sebuah angkutan menuju terminal terdekat. Dari terminal itu, Surti naik bis ke Yogja. Di dalam bis itu, Surti berharap tidak bertemu dengan orang-orang yang mengenalnya.
Akan banyak pertanyaan yang harus dijawab, ada apa? Mau kemana? Dengan pakaian seadanya seperti itu. Pasti di kepala mereka tertuang berjuta tanya? Dari padatnya penumpang siang ini, tidak ada seorangpun yang mengenalku, senangnya. Gumam Surti.
Namun kesenangan Surti tidak berlangsung lama. Pertengahan perjalanan ke Yogjakarta, Surti dikejutkan oleh tepukan kasar dari bangku di belakangnya.
Surti, mau kemana? Tumben kusut seperti itu? tanya Jalu, tetangga desa yang begitu ingin menyunting Surti jadi istrinya.
Ke Yogja!” jawab Surti pendek.
Ada yang bisa saya bantu? Sepertinya kamu sedang dalam masalah besar? Terlihat tengah menanggung beban sangat berat, mukamu lecek seperti baju yang kamu pakai itu! balas Jalu tegas.
Sebagai seorang laki-laki yang sangat ingin Surti menjadi istrinya, sifat kelaki-lakiannya tersentuh, melihat orang yang sangat dia cintai mendapat kesusahan. Jalu sangat ingin Surti menerima bantuannya.
Maaf Jalu, biarkan aku sendiri! Tidak ada yang dapat membantuku, selain aku sendiri, sekali lagi maafkan aku, balas Surti dengan wajah sedih.
Jalu tidak bisa berkutik lagi, seakan tawarannya sia-sia. Setelah mengucapkan kata terakhir itu, Surti lebih banyak diam, tidak mempedulikan Jalu lagi. Walau begitu, Jalu masih tetap berusaha untuk berbicara dengan Surti. Surti diam seribu basa.
Tiba-tiba butiran-butiran bening yang sejak tadi ditahan oleh Surti, tumpah ruah bagai hujan lebat mengguyur bumi pertiwi. Jalu bingung harus bagaimana, dalam keadaan panik, dia berdiri, maju, dan duduk di sebelah Surti. Dengan kasar dia menyuruh orang yang duduk di sebelah Surti pindah. Orang itu serta merta pergi ke tempat duduk yang lain dengan wajah ketakutan. Jalu memang terkenal dengan sebutan preman jalanan. Siapapun di daerah itu pasti mengenal siapa Jalu. Tapi, alangkah menjijikan ketika berhadapan dengan Surti, Jalu bertekuk lutut, tak berdaya.
Surti menangis di bahu Jalu, semua penumpang melihat adegan tersebut seperti film-film. Sekali lagi semua penumpang tidak berani berkomentar, karena tahu dengan siapa mereka berhadapan.
Setelah sadar Surti jadi pusat perhatian penumpang lain, dia berhenti menangis dan mengusap sisa-sisa airmatanya dengan ujung bajunya, meminta maaf sama Jalu. Jalu nyengir, tapi dia tersenyum bahagia.
* * *
Selain Jalu, ada sepasang mata lain yang sejak tadi memperhatikan Surti. Sejak awal naik bis. Laki-laki itu, tinggi, besar, berambut gondrong, dan berkumis tebal. Surti sadar dari tadi diperhatikan. Siapakah orang itu? Surti hanya bisa merasa ketakutan dan penasaran. Sampai di terminal Yogja, aku harus menghindar dari dua orang laki-laki itu, batin Surti sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan
Maaf Jalu, aku mau ke toilet dulu. turun dari bis, berharap Jalu tidak mengikutinya.
Ya. Silahkan. jawab Jalu menahan keinginannya untuk selalu mengikuti kemanapun Surti pergi.
Surti buru-buru ke toilet. Di dalam kamar mandi, Surti cuci muka dan ganti baju. Surti bawa baju ganti sekedarnya. Dengan perasaan was-was, Surti keluar dari kamar mandi. Surti lihat kiri kanan, setelah dirasa aman, sambil masukkan uang ke petugas, Surti melangkahkan kaki secepatnya untuk keluar dari terminal.
Surti menuju pintu terminal bagian belakang. Tujuan Surti ke rumah temennya. Jalan-jalan itu Surti tahu waktu kuliah, karena rumah temannya tidak jauh dari gang itu. Di tengah jalan, Surti merasa ada yang mengikuti, dia masuk ke salah satu warung. Langsung duduk paling pojok, dengan perasaan tidak menentu. Surti bisa menghindar dari Jalu. Tapi orang ini dari tadi mengikuti Surti terus. Dari Surti naik bis tadi, orang itu sudah memperlihatkan tingkahnya yang aneh.
Mau pesan apa mbak? tanya penjaga warung.
EE, Saya numpang duduk sebentar mbak, boleh ya? jawab Surti masih terengah-engah.
Kasih dia teh panas dan soto ayam! Cepat ya!
Surti mendengar suara laki-laki di balik tiang, duduk membelakanginya. Surti mencari tahu suara siapa? Ternyata di balik tiang, laki-laki menyeramkan itu sudah minum air soda dengan santai. Ketika Surti mencoba melihatnya, orang itu tersenyum tipis, penuh misteri.
Makan dan minumlah dulu! Dari pagi kamu belum makan dan minum! terdengar suaranya berat dan tegas.
Surti hanya mengangguk. Aneh rasanya, orang itu memang menyeramkan. Tapi ketika mata Surti beradu dengannya, sorot mata itu begitu teduh dan damai. Hingga Surti menatapnya tak berkedip. Surti akhirnya minum teh panas, dan makan soto ayam itu dengan lahap.
Melihatku makan, orang itu berlalu begitu saja. Meninggalkan uang lima puluh ribuan di meja. Aku semakin bingung, siapakah orang ini? Tampangnya seram, tapi hatinya baik.
Selesai makan, Surti bergegas ke rumah temannya. Meski lewat gang-gang sempit, akhirnya Surti sampai juga ke rumah Alfi. Teman sekaligus sahabatnya waktu kuliah dulu.
Assalamualaikum Assalamualaikum Surti mengucapkan salam, sambil mengetuk pintu.
Surti hampir pergi, karena pintu itu terkunci dan terlihat sepi. Samar Surti mendengar suara ibu-ibu menjawab salamnya dari dalam.
Waalikum salam Siapa ya? jawab ibu itu membukakan pintu.
Saya bu, Surti teman kuliah Alfi dulu. jawab Surti lega.
Surti tidak tahu lagi harus kemana, selain ke rumah Alfi. Waktu kuliah dulu Surti tidak punya banyak teman. Karena Surti sudah harus meneruskan usaha keluarga di sela-sela dia kuliah. Setelah dia lulus, Surti full time di perusahaan tenun, ibunya.
Setelah pintu terbuka, ibunya Alfi melihat Surti agak lama, mengingat-ingat, siapakah tamu yang datang. Sesaat kemudian beliau menyalamiku dan mengajakku masuk.
Aku ingat sekarang, kamu kan yang sering menginap disini, dan senang sekali membantu ibu mencuci baju, masak, waktu kamu kuliah sama Alfi dulu? Ibu Sasmita menepuk-nepuk bahuku.
Duduklah! Jangan seperti tamu! Ini rumahmu juga! Alfi lagi bekerja, sejak ayahnya meninggal, pada Alfi-lah ibu menggantungkan hidup. cerita ibu Sasmita panjang lebar.
Aku mendengar dengan seksama. Walau hati Surti sendiri tengah tidak menentu, dia tidak mau ibunya Alfi tahu apa yang sedang terjadi padanya.
Dua jam sudah Surti menunggu Alfi. Karena hari Sabtu, kata bu Sasmita, Alfi pulang lebih cepat. Paling sejam lagi pulang, tunggu di kamarnya saja. Pinta bu Sasmita, meninggalkan Surti di kamar Alfi. Surti tahu, bu Sasmita sudah curiga dengan kedatangannya yang tiba-tiba, serta lebih banyak diam bila ada pertanyaan.
Istirahatlah. Ibu lihat kamu kecapekan! jangan mikir yang bukan-bukan.
Baik, Bu. Terima kasih banyak.
Surti duduk di pinggir ranjang. Air matanya berlinangan Bayangan Surti melayang kembali pada kejadian beberapa jam yang lalu di rumah. Sepulang dari belanja benang, untuk keperluan usaha tenunnya. Surti seperti biasanya masuk kamar untuk ganti baju, samar dia mendengar suara aneh dari kamar ibunya. Mungkin ibu lagi berbenah di kamarnya. Tapi, lama-lama suara itu Danang? Karena penasaran Surti berjalan menuju kamar ibunya. Pintu kamar itu sedikit terbuka Surti hampir pingsan, melihat apa yang terjadi di kamar itu. Karena syok dan langsung balik badan, Surti menyenggol guci di dekatnya. Suara guci yang pecah, membuat ibunya dan Danang panik. Danang berdiri dan melihat bayangan Surti berkelebat.
Danang terperangah. Tidak tahu harus bagaimana? Surti masuk kamar, pergi secepat kilat. Sambil membetulkan bajunya, Danang mengejar dan memanggil-manggil Surti. Surti tidak peduli lagi. Dia hanya berlari berlari dan berlari
Hei, apa kabar? Lama kita tidak bertemu, kamu tambah cantik Surti. suara Alfi mengagetkan dan membuyarkan lamunannya.
Surti terdiam. Hanya airmatanya yang menjawab pertanyaan Alfi. Surti menangis, menumpahkan semua kekesalan dan kekecewaannya pada Alfi.
Ada apa Surti? Ada apa? berkali-kali Alfi bertanya, segera merangkul sahabatnya itu.
Alfi membiarkan Surti menangis dalam pelukannya, tetapi Surti terdiam lama Alfi baru sadar ternyata Surti pingsan, di pundaknya.
Surti Surti! Buu Ibuu Surti pingsan! Toloong, tolong buu! teriak Alfi pada ibunya.
Ada apa? Ada apa? Surti pingsan? Astagfirulloh dari tadi ibu sudah curiga, Surti sepertinya tengah punya beban yang berat. jawab ibu Sasmita, membawa minyak gosok.
Alfi dan ibunya menggosokkan minyak keseluruh tubuh Surti. Tidak berapa lama, Surti siuman. Surti tertunduk malu, meminta maaf karena telah merepotkan keluarga Alfi.
“Sabar dan tawakal Surti, Allah maha kasih. hibur Alfi.
Surti hanya menganggukkan kepalanya. Memeluk erat-erat sahabatnya itu. Rasanya saat itu Surti ingin seperti Alfi, punya seorang ibu yang sangat baik dan menyayanginya. Tidak pernah sekalipun Bu Sasmita bertengkar dengan Alfi, padahal kehidupan mereka sangat sederhana, dibandingkan dengan Surti.
Sudahlah Surti, cobalah untuk tenang dan beristigfarlah. Surti sudah sholat?
Pertanyaan yang sederhana dari Alfi, membuat Surti menunduk dalam-dalam. Dia benar-benar malu dengan Alfi. Dia merasa telah jauh dari yang namanya ibadah. Apalagi beberapa tahun terakhir ini sudah melupakan Tuhannya. Yang ada hanyalah hidup untuk mencari materi dan kesenangan saja. Makanya setelah Surti mendapatkan cobaan yang sedikit berat, dia merasa hidupnya tiada bermakna, hampa. Masih untung Surti diberi kesadaran, hanya menjauh dari masalah yang diakibatkan ibu dan Danang kekasihnya. Tidak sampai mencoba mengakhiri hidupnya.
* * *

Saya besuk harus pergi dari sini! Maafkan saya telah banyak merepotkan.
Sore itu, tiba-tiba Surti keluar kamar, mengemukakan keinginannya untuk pergi dari rumah Alfi. Bu Sasmita dan Alfi hanya saling pandang, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Surti. Selama seminggu di rumah Alfi, Surti hanya diam membisu. Setiap pertanyaan hanya Surti jawab dengan sebuah tangisan.
Surti kenapa terburu-buru? Ini rumahmu juga!ucap Bu Sasmita mencoba menolak keinginan Surti. Karena Surti masih terlihat pucat. Seminggu ini, Surti tidak makan-makan, setiap makanan yang disediakan oleh Bu Sasmita, tidak pernah disentuhnya. Hanya sekali-sekali saja Surti makan, karena Alfi memaksanya.
Apa Surti tidak ingin melihat Alfi saat melangsungkan pernikahannya? tanya Bu Sasmita dengan penuh harap.
Saat Surti keluar dari kamar, Alfi dan Bu Sasmita memang lagi membicarakan pesta kecil Alfi. Sebetulnya Alfi ingin berbagi kebahagiaan sama Surti, tapi sepertinya waktunya tidak tepat. Surti lebih banyak diam, makanya Alfi tidak berani berceritakan kabar baik tersebut.
Alfi, maaf. Kapan kamu menikah? ucap Surti lirih. Mendekati dan duduk di sebelah Bu Sasmita.
Minggu depan. Kemarin waktu kamu datang, saya kira kamu sudah tahu kabar itu, ternyata dugaanku salah. Maafkan aku juga, bila aku tidak bisa menjadi teman curhat yang baik. jawab Alfi sedikit menjelaskan.
Surti melamun, kelihatan bingung harus bagaimana. Dia ingin cepat-cepat pergi, tapi sahabatnya mau menikah. Aku tetap harus pergi. Hanya ini jalanku. Hati kecil Surti menolak untuk bertahan di rumah itu. Entah kenapa, tidak seperti biasanya. Ada perasaan yang menariknya untuk secepatnya pergi dari rumah itu.
Perginya diundur minggu depan ya? Setelah aku menikah. Ujar Alfi, membuyarkan lamunan Surti.
Maaf maafku Alfi, sepertinya aku harus pergi besuk, pagi-pagi sekali. Aku doakan semoga pernikahanmu nanti berkah dan diridhoi oleh Allah Swt. jawab Surti dengan sedih.
Ya sudah. Gak apa-apa, terima kasih doanya. Semoga kamu cepat menyelesaikan masalahmu dengan baik.
Assalamualaikum. ”
Waalaikum salam. jawab mereka kompak.
Biar aku yang membukakan pintu. Surti berdiri dan berjalan pelan ke arah pintu depan.
Kamu masih lemas, Surti! Biar aku saja.
Gak apa-apa, saya butuh banyak bergerak. Surti menambahi.
Assalamualaikum orang itu ucapkan salam lagi sambil mengetok pintu.
Waalaikum salam, sebentaaar. Surti tepat di depan pintu.
Pintu mulai terbuka Surti melotottubuhnya gemetar menatap tajam orang yang di hadapannya.
Kamu!!!
Tiba-tiba, tubuh Surti jatuh, dia pingsan. Karena mendengar suara yang aneh, Alfi dan Bu Sasmita segera berlari ke pintu depan. Ternyata calon suami Alfi yang datang. Orang itu terlihat panik dan bingung.
Masuk Mas! Maaf, bisa minta tolong angkat teman saya ini ke kamar?pinta Alfi.
Dia memang lagi kurang enak badan. Tadi sudah kami peringatkan untuk istirahat saja, tapi dia ngotot ingin membukakan pintu untukmu, nak. Ujar Bu Sasmita.
Orang itu hanya mengagukkan kepalanya. Mengangkat tubuh Surti ke kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Mati aku! Kenapa dia ada disini? Bisiknya dalam hati. Keluar dari kamar, duduk di ruang tamu, dengan ekspresi aneh.
Kenapa mas? Panas ya? Keringatnya bercucuran begitu? Alfi bertanya pada calon suaminya.
Tidak hanya temanmu itu agak berat. Tubuhnya terlihat mungil, tapi lumayan berat. orang itu mencoba beralasan.
O. Ya sudah, saya ambilkan minum dulu. Mas mau es teh?
Ya. jawabnya pendek.
Dalam kamar, Surti dibalur minyak gosok oleh Bu Sasmita. Sambil membelai Surti.
Kenapa kamu jadi seperti ini Surti? Bangunlah ini juga ibumu, ada apa? Ceritakan kesedihanmu pada ibu. Bu Sasmita membelai Surti dengan kasih.
Hampir satu jam Surti tidak sadarkan diri. Bu Sasmita dengan sabar dan telaten menunggu Surti siuman.
Jahanam! begitu Surti siuman, itulah kata pertama yang terucap.
Astagfirullah Ada apa Surti? Bu Sasmita kaget dengan umpatan Surti.
Maaf Bu. jawab Surti singkat. Pandangannya menerawang jauh.
Di ruang tamu, orang itu terlihat gelisah. Berkali-kali dia menghela nafas panjang-panjang. Kadang berdiri, berjalan-jalan ke teras, duduk lagi.
Lama ya mas? Maaf, karena ternyata tehnya habis, makanya saya tadi ke warung sebelah. Alfi memberikan es teh pada orang itu.
Gak apa-apa. orang itu minum sekaligus.
Tumben mas kelihatan gelisah. Ada apa? Tidak seperti biasanya. Atau mas sekarang ragu dengan pernikahan kita yang sudah dekat ini? pertanyaan Alfi yang betubi-tubi itu, menambah bingung orang itu.
Tidak, jangan berpikiran seperti itu! Aku siap seratus persen untuk menikahi kamu Alfi. Ini tadihanya mampir, kebetulan ada pekerjaan didekat sini. Tadi sih ibuku sudah wanti-wanti supaya aku tdak usah mampir. Pamali katanya. jawabnya. Keringat dinginnya bermunculan.
Alfi mengangguk dengan penuh tanda tanya. Belum pernah dia melihat calon suaminya segelisah itu. Dalam hatinya Alfi hanya bisa berdoa, berharap keputusannya untuk menikah, adalah keputusan yang terbaik dan diberkahi oleh Allah. Alfi ingin membahagiakan ibunya seorang. Hatinya masih penuh tanda tanya, ketika tiba-tiba ada seseorang yang menyeramkan masuk tanpa permisi, langsung mencengkeram lengan pacar Alfi.
Kamu Danang? Laki-laki macam apa kamu? Meninggalkan benih di perut perempuan lain! Tapi mau menikahi anak gadis orang!! tanya orang itu penuh dengan emosi. Bogemnya langsung mendarat di muka Danang.
Ya nama calon suami Alfi adalah Danang. Nama itu sama dengan pacarnya Surti. Begitulah, karena memang orangnya sama. Alfi yang dari tadi bingung dengan sikap calon suaminya, sekarang lebih tidak mengerti. Kenapa laki-laki itu datang, langsung marah dan memukul Danang. Dia ingin melerai, tapi dia takut dengan orang itu. Yang dia lakukan hanya berteriak minta tolong.
Tolong tolong ada orang gila! Alfi keluar dari rumahnya, berteriak-teriak seperti orang kesetanan.
Tidak berapa lama, orang-orang sekampung datang. Lalu memegang orang itu. Tapi orang itu masih saja berusaha memukul Danang. Danang tidak bisa berkutik. Orang itu benar, tapi dari mana orang itu tahu kalau Danang saat ini sudah menghamili orang lain, dan mau menikah dengan Alfi.
Mendengar ribut-ribut di ruang tamu, Bu Sasmita keluar dan bingung, kenapa rumahnya sudah banyak orang yang membawa pentungan dan golok.
Ada apa ini? Ada apa Alfi? Siapa orang ini? Danang, anakku kenapa mukamu sampai berdarah? Aduh ini bagaimana, kok tidak ada yang menjawab. Ada apa? Alfi kenapa kamu teriak ada orang gila? Di mana orang gilanya? Bu Sasmita panik.
Belum sempat Alfi menjawab pertanyaan ibunya, tiba-tiba Pak Cahyo muncul, diikuti beberapa orang. Sebagai ketua RT, sudah menjadi kewajibannya untuk melindungi warga yang merasa terancam.
Tolong Alfi, Bu Sasmita, Danang, dan kamu! Duduk sini semua! Saya ingin mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini! Pak Cahyo bersikap tegas.
Pernikahmu harus dibatalkan Alfi! Harus!! Ada perempuan lain yang tengah mengandung anak dari laki-laki kurang ajar ini!! Bogemnya kembali mendarat di muka Danang. Dia juga telah menyakiti putriku satu-satunya! ujar pria itu masih dengan emosi.
Surti yang sedari tadi mendengarkan ocehan orang itu, jadi kaget bukan kepalang. Rasanya dia ingin orang itu mengulang kata-katanya yang terakhir. Danang telah menyakiti putrinya. Perlahan Surti berjalan ke ruang tamu, berdiri mematung di hadapan warga. Dia hanya menatap tajam pada pria itu, matanya seolah minta penjelasan.
Ya akulah ayahmu! Selama ini ayah tidak pernah jauh dari sisimu! Ibumulah yang tidak membolehkan ayah datang. Maaf! orang itu berdiri dan memeluk Surti.
Surti diam, airmatanya tumpah ruah. Saat itu dia baru tahu ternyata yang selama ini sering mengikutinya adalah ayah kandungnya. Yang lebih membuat Surti tidak bisa menghentikan tangisnya, ketika tahu siapa perempuan yang telah dihamili oleh Danang.
Semakin erat ayahnya memeluk, semakin deras airmata Surti berhamburan.
Kita pergi dari sini sekarang! Kita pergi ya nak! orang itu menuntun Surti pergi dari kerumunan warga, yang dari tadi terdiam karena melihat adegan seperti di sinetron. Ayah Surti tidak peduli dengan pertanyaan dari pak Cahyo lagi. Surti mencoba mengelak, tapi ayahnya lebih tahu apa yang di benak anaknya.
Sudahlah, barang-barangmu kapan-kapan kita ambil. Yang penting sekarang kita pergi jauh-jauh dari sini! ayah sudah menyiapkan semuanya, sambil pergi menuntun anaknya yang masih lemas. Karena bebannya yang terlalu berat.
Maafkan Surti ya, dan terima kasih telah menerima dan merawat Surti. Mari Bu Sasmita dan Alfi. Ayah Surti dengan santun berpamitan.
Surti hanya mengikuti ayahnya. Kali ini Surti semakin yakin, kenapa dia harus pergi. Surti melambaikan tangannya. Alfi hanya menangis dipelukan ibunya. Bu Sasmita tidak bisa marah lagi. Semuanya telah terbuka dan tahu siapa Danang.
Danang! Malam ini adalah malam terakhir, kami melihatmu di kampung sini! Jika kami masih melihatmu bersliweran, kamu akan tahu akibatnya!! ancam Pak Cahyo. Bagi warga semua, bubar! Biarkan Alfi istirahat! Setelah kejadian malam ini, jangan ada yang berani mengungkit-ungkit masalah ini! pinta Pak Cahyo kemudian.
Warga kampung telah pergi, yang tinggal hanyalah Danang seorang. Dia tertunduk dan mukanya masih mengeluarkan darah. Alfi terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Baginya kejadian barusan adalah mimpi terburuk selama hidupnya. Demikian pula Bu Sasmita, sambil memeluk anak semata wayangnya, hatinya hancur. Berlalu menuju kamar Alfi dan menuntun Alfi dengan penuh kasih.
Karena merasa tidak dipedulikan lagi, akhirnya Danang pergi membawa sejuta penyesalan. Danang kembali ke kampung Kebonarum
* * *
Kantor, 18 Juli 2008. (15.45)

ARJUNA

Oleh: Nia Tiara

Untukmu!
Tiba-tiba dia memberiku buku bersampul biru. Aku menengok ke teman lain. Mereka juga bingung. Siapa dia? Kelas berapa? Dan kenapa? Setelah memberiku buku biru itu, dia langsung pergi tanpa memberi pesan apapun.
Beberapa hari kemudian, baru kutahu dia bernama Arjuna. Kelas 3C. Aku sendiri anak kelas satu, di SMP Restu Ibu. Kenapa dia memberiku buku itu, aku tidak tahu.
Sampai ujian kelulusan tiba, tiga bulan setelah buku itu ku terima. Tidak lagi kulihat si imut Arjuna. Hanya satu pesan dari sahabatnya, kalau Arjuna menaruh hati padaku. Dia memintaku untuk menyimpan buku bersampul biru itu untuknya. Karena Arjuna akan pindah ke kota lain. Aku sendiri masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi aku sangat menikmati rasa yang tidak ku mengerti ini.
Bertahun sudah tidak kudengar kabar beritanya. Sampai beberapa saat yang lalu, kulihat sebuah spanduk besar di depan toko buku Seberkas Cahaya. Novel best seller: SETENGAH HATIKU HILANG, oleh Arjuna. Konsentrasiku hilang. Penasaran, apakah yang tertulis di spanduk itu benar Arjunaku?
* * *
Arjuna yang lain hadir ketika aku duduk di bangku SMU di Surabaya. Berkacamata, rapi, rambut klimis, dengan senyumnya yang lucu. Aku sering tertawa saat dia harus mengulang-ulang setiap kata yang diucapkannya. Arjuna latah. Aku sering kasihan melihatnya jadi bahan ejekan dan olokan.
Sudah-sudah! Jangan godain Arjuna terus! bentakku, saat Arjuna diejek dan dikerubuti di tengah halaman sekolah.
Gak apa-apa kok. Sudah biasa!
Arjuna nyengir melihatku marah-marah. Kalau sudah begitu, aku akan tertawa sendiri, karena yang aku bela mati-matian tidak marah, itulah kelebihan dari Arjuna. Tiga tahun sekelas dengannya, seperti menemukan saudara laki-laki. Di rumah aku sering sendirian. Hanya ditemani oleh bik Minah, pembantu setia sejak ibuku masih gadis. Ayah ibu bekerja. Aku sendiri anak tunggal. Ayah dan ibu, sering meminta tolong pada Arjuna untuk menjaga dan menemanikuku, jika beliau ke luar kota untuk urusan pekerjaan.

Seiring berjalannya sang waktu, kini aku sudah menjadi mahasiswi. Di Universitas Sudirman, Purwokerto. Sekali lagi, ada Arjuna yang lain disana. Satu angkatan tapi beda fakultas. Kali ini, Arjuna yang aku kenal sangat tidak sopan dan playboy. Sudah banyak korban yang jatuh di pelukannya.
Tahun kedua, aku masuk Senat Mahasiswa. Sang playboy juga ada di sana. Aku kesal sekali. Kemanapun aku pergi, Arjuna yang satu ini selalu ada. Dengan senyum dan gayanya yang membuatku muak. Laki-laki ini belum pernah kena tinjuku. Gumamku dalam hati. Dia belum pernah membuat kesalahan di depanku. Walau aku perempuan, oleh ayahku, aku dimasukkan kelas taekwondo waktu di SMU dulu. Sekarang perempuan harus bisa jaga diri, pesan ayah waktu itu.
Pernah suatu kali dia mendekati Sarah, teman sekaligus sahabatku sejak SMP. Aku sangat marah. Sarah menceritakan semua kelakuan Arjuna.
Siang itu, sengaja aku dan Sarah menunggu Arjuna di depan kampus. Aku benar-benar sudah muak mendengar semua kelakuan Arjuna. Menurutku sudah keterlaluan!! Dikiranya perempuan cuma barang mainan. Setelah usang dan bosan, dapat diganti dengan model yang baru.
Arjuna!! Kesini kamu!! teriakku kesal.
Ada apa ya? jawab Arjuna. Dengan sikap sok lugu dan gaya sang playboy. Dalam kebingungannya, Arjuna mendatangiku.
Dasar buaya! Playboy cap gayung! gertakku tanpa takut.
He!! Berani-beraninya kamu panggil aku dengan sebutan buaya!! Bertolak pinggang. “Ada apa gadis-gadis manis? candanya kemudian.
Aku peringatkan! Jangan dekati Sarah!! ancamku.
Sarah yang didekatku diam seribu basa. Karena takut akan terjadi perkelahian. Sarah tahu betul sifatku. Kalau sudah menyangkut sahabat, aku akan membela mati-matian. Arjuna hanya tersenyum mendengar ancamanku. Aku jadi kesal dibuatnya. Sambil cengar cengir, Arjuna berjanji, tidak akan mendekati Sarah lagi. Dia pergi dengan senyum memuakkan itu.
Terima kasih, Bunga,” ucap Sarah sambil memelukku.
Sudah kewajibanku sebagai sahabat.
Kami pulang bersama-sama. Kutawarkan pulang ke rumahku. Aku kangen dan ingin curhat sama Sarah. Selepas lulus SMP aku belum pernah bertemu lagi dengan Sarah. Kami bertemu kembali, saat sama-sama kuliah.
Banyak kegiatan Senat Mahasiswa kulakukan bersama Arjuna. Biarpun playboy, tapi untuk urusan senat. Dia patut aku acungi jempol. Menjelang akhir kuliah, aku konsentrasi menyelesaikan skripsi. Begitu juga Arjuna, dia sadar dan tidak lagi merayu perempuan. Kudengar dari teman-teman, Arjuna lagi semangat mengerjakan skripsi dan sudah punya pacar yang sangat dia sayangi, malah kudengar akan segera menikah.
Akupun ingin wisuda tahun ini. Aku tidak mau kalah dengan Arjuna. Menjelang wisuda. Sang play boy Arjuna juga ada di sana. Dengan santun dia menegurku waktu gladi bersih. Arjuna memperkenalkan pacar sekaligus calon istrinya, Sarah. Aku benar-benar dibuat bingung oleh mereka berdua. Tapi aku bahagia untuk Sarah.
* * *
Kutinggalkan kebahagiaan Arjuna dan Sarah. Sekali lagi aku harus pindah, mengikuti kepindahan orang tuaku ke ibu kota. Sebagai anak tunggal, mau tidak mau aku harus ikut. Kebetulan aku sudah lulus. Syukur-syukur di Jakarta aku dapat pekerjaan yang sesuai dengan bidangku.
Sudah sebulan kami di Jakarta. Ayah ibuku mulai sibuk dengan pekerjaannya. Kesepian mulai menghampiriku. Dirumah hanya ada bik Minah. Aku coba mengirimkan beberapa lamaran. Hingga saat ini, belum ada satupun panggilan kerja untukku.
Hiburanku hanya satu, ke toko buku. Kebetulan toko buku Seberkas Cahaya langgananku sejak sekolah dulu, tidak jauh dari rumah dinas ayah.
Hampir setiap hari aku ke toko buku. Walau hanya melihat-lihat, nebeng untuk membaca. Setelah puas membaca, aku pulang. Hampir sebulan kegiatan ke toko buku kulakukan. Sampai kutemukan sebuah novel. Penulisnya bernama Arjuna. Kuambil satu, aku langsung ke kasir. Aku buru-buru pulang.
Kubuka halaman terakhir. Kubaca keterangan dari sang penulis. Arjuna lahir di Sragen. Senang menulis sejak SMP Aku tertegun sejenak. Cepat-cepat kucari buku biru pemberian Arjuna. Kubongkar semua buku-bukuku. Karena sering pindah-pindah, barang-barangku banyak yang hilang. Aku hampir putus asa. Lalu kuingat, buku biru itu kusimpan satu folder dengan ijazah-ijazah sekolahku.
Buku itu sudah sedikit rusak. Menguning karena termakan sang waktu. Kubaca ulang bait demi bait puisi-puisi itu. Tertulis rapi berlembar-lembar. Dijilid menjadi sebuah buku, bersampul biru bertuliskan: Untuk Bunga, namamu secantik wajah dan hatimu. Selama ini aku tidak pernah memperhatikan dan mencerna maksud dari bait-bait puisi itu, kini aku tahu.
Kubaca novel Arjuna hingga tamat. Sangat romantis dan menyentuh. Tak terasa butiran bening mengalir membasahi pipiku. Aku tidak tahu, aku menangis karena ceritanya, atau karena aku jadi tokoh utama dalam novel itu. Bik Minah bingung, menanyakan kenapa aku menangis? Aku kaget. Bik Minah ternyata hanya mengingatkan untuk makan malam. Karena ayah ibu sudah menunggu di ruang makan. Karena keasyikan baca novelnya Arjuna. Aku sampai tidak tahu jam berapa ayah ibu pulang.
Di meja makan aku terkejut, waktu ayah tiba-tiba bertanya.
Kenapa kamu kelihatan tegang sekali? tanya ayah penuh selidik.
Kamu lagi ada masalah? ibu menambahi.
Tidak apa-apa. jawabku sekenanya. Karena aku sendiri bingung, kenapa aku jadi seperti ini?
Ya sudah kalau tidak ada apa-apa. kata ayah sambil meninggalkan meja makan.
Tapi, kalau ada masalah jangan sungkan cerita ya!” bisik ibu. Pergi mengikuti ayah ke ruang tengah. Selesai makan ke sini, Bunga!
Ya, bu. Sebentar. Saya bantu bik Minah membereskan meja makan.”
Selesai membantu bik Minah, aku mendekati ibu. Tiduran di pangkuannya.
Aku merasa tidak nyaman seperti biasanya. Aku permisi ke kamar.
Benar kamu tidak ada masalah? tanya ibu penuh keragu-raguan.
Tidak apa-apa kok. Ayah ibuku tersayang, jangan khawatir. Nanti kalau sudah waktunya, pasti Bunga cerita.” kilahku.
Kucium ayah ibu. Berharap tidak ada lagi pertanyaan. Aku pergi kekamar. Kubaca ulang novel itu. Arjuna benarkah ini tulisanmu? Malam itu. Aku benar-benar tidak bisa tidur. Gelisah menunggu fajar. Gelisah menunggu sang Arjuna.
* * *
Esoknya. Launching novel SETENGAH HATIKU HILANG diadakan jam 13.00. Di toko buku Seberkas Cahaya. Karena penasaran dengan sang penulis novel best seller itu, aku menghadiri launchingnya. Aku sengaja datang terlambat, dengan harapan aku bisa melihat dari jauh, diantara peserta lain.
Aku tidak tahu, kenapa suasana hatiku semakin tidak menentu. Aku masuki ruangan, ternyata peserta sudah banyak. Sepertinya peserta tidak sabar, untuk bertemu dengan sang penulis. Hebat sekali Arjuna. Bisa mempengaruhi gadis-gadis ini melalui novelnya. Apa seistimewa itu Arjuna?
Semakin banyak pertanyaanku, semakin bingung aku menjawabnya. Kuputuskan untuk bersabar. Siapa tahu aku salah duga. Arjuna sang penulis, belum tentu Arjuna yang aku kenal di SMP Restu Ibu dulu.
Setengah jam telah berlalu, penulis itu tak kunjung hadir. Aku mulai bosan, peserta lain juga mulai bertanya-tanya pada panitia.
Jam berapa Arjuna akan datang? tanya seorang peserta dengan antusias.
Sudah dalam perjalanan ke sini! jawab salah seorang panitia.
Dari tadi dalam perjalanan terus!” celetuk peserta yang lain.
“Paling lama dua puluh menit lagi! jawab panitia yang baru saja menerima telepon.
Usut punya usut, ternyata sang penulis terlambat, karena ada urusan pribadi yang harus diselesaikan saat itu juga. Dengan masih berkeringat dan terengah-engah. Arjuna memasuki ruangan. Diiringi tepuk tangan semua peserta. Peserta spontan berdiri semua, membuatku susah mengenali wajah Arjuna.
Panitia menyuruh semua peserta duduk ditempatnya masing-masing. Setelah semua duduk. Barulah dengan jelas kulihat. Arjuna yang tengah memperkenalkan diri itu, benar Arjuna yang dulu kukenal di SMP Restu Ibu. Hanya saja Arjuna sekarang terlihat lebih dewasa dan santun. Sekali lagi diiringi tepuk tangan peserta, Arjuna berdiri dan memberikan kata sambutan. Serta sedikit proses kreatif hingga lahirlah novel SETENGAH HATIKU HILANG.
Dalam perkenalan, Arjuna minta maaf. Keterlabatannya berkaitan dengan judul novel yang sedang diluncurkan, Arjuna berterus terang. Novel yang ditulisnya kali ini, karena dia memang kehilangan setengah hatinya. Dan baru beberapa saat yang lalu, dia berharap bisa menemukan setengah hatinya itu. Tapi… sekali lagi dia harus kecewa. Karena yang membawa setengah hatinya itu, tidak bisa ditemuinya.
Aku tahu, peserta lain bingung dengan ungkapan Arjuna. Dibalik itu semua, aku semakin yakin, Arjuna yang sedang berbicara itu adalah Arjunaku. Aku tidak bisa lagi konsentrasi dengan acara yang sedang berlangsung. Pikiranku menerawang jauh kebelakang, sepuluh tahun yang lalu. Hatiku yang dari tadi tak menentu, bertambah dag dig dug, keringat dingin bermunculan. Benar ArjunaArjunaku. Bisikku dalam hati. Sepuluh tahun sudah aku tidak bertemu dengannya.
Dalam novel itu, dia paparkan dengan jelas kerinduannya pada temen SMP-nya. Liku-liku pencariannya. Hingga akhirnya lahirlah sebuah novel yang sangat romantis. Disukai banyak penggemar, kebanyakan remaja-remaja putri. Kuakui, Arjuna memang seorang pria yang sangat mempesona. Aku sendiri hampir tidak mengenalinya, hanya tahilalat dan lesung pipitnya yang membuatku mengingatnya.
Aku yakin, di manapun dia berada, akan sangat gampang mencari seorang gadis. Tapi apa yang dicari dalam novelnya? Jelas dia hanya tertarik dengan seseorang dari masa lalunya. Dalam sesi tanya jawab, tiba-tiba aku dikejutkan oleh senggolan peserta sebelahku. Karena dari tadi aku sibuk dengan membolak-balikan novel yang aku pegang, dan selalu tertunduk. Makanya oleh panitia aku diberi kesempatan untuk bertanya. Dalam kegugupanku, aku berdiri, mematung dan tidak tahu harus berbuat apa?
Arjuna lebih terkejut lagi, ternyata dia mengenaliku. Dia menunjukku! Matanya terbelalak! Mulutnya menganga! Kamu kamu! Itu itu! Peserta lain kebingungan, saling pandang tak mengerti dengan sikap yang kami tunjukkan. Dalam keadaan gaduh seperti itu. Aku mundur, berlari keluar ruangan.
Kudengar panggilan Arjuna. Langkahku semakin kupercepat. Aku tidak mau peserta lain tahu. Siapa aku? Apa hubunganku dengan Arjuna? Dalam perjalanan pulang, ditengah padatnya penumpang bis kota. Aku berbisik dalam hati. Arjuna setengah hatimu ada padaku. Selama ini aku menyimpannya untukmu.
* * *

Pejambon, Januari 2008

DIBALIK KECERIAAN ANAK-ANAK SAAT BUKA BERSAMA, ADA PERAN DAYCARE ALHADI

Ramadan ceria, buka bersama (bukber) sebagai ajang silaturokhim dan berbagi. Sore itu 25/5/19, saya mendapatkan undangan dari seorang teman untuk menghadiri “bukber”. Terus terang baru kali ini mendapatkan undangan buka bersama di salah satu DayCare di kawasan Jakarta Barat. Saya bisa hadir sebelum acara dimulai. Karena saya datang lebih awal, jadi saya bisa menyaksikan beberapa miss (panggilan untuk guru) yang sibuk mempersiapkan acara tersebut. Pun demikian dengan mbak Anifah Qowiyatun, sebagai owner DayCare beliau tidak canggung untuk terjun langsung membantu persiapan acara sore itu. Bunda Ani panggilan akrab di kalangan murid dan walimurid di DayCare

DAYCARE ALHADI
DayCare AlHadi, konsepnya berbeda dengan yang ada pada umumnya. Konsep Islami dan berakhlaqul karimah menjadi nilai plus yang dimilikinya. AlHadi Daycare digagas dan didirikan oleh Anifah Qowiyatun, S.Sos.I. Gagasan itu muncul ketika Bunda Ani memutuskan untuk cuti mengajar selama satu tahun, sejak melahirkan sang buah hati, setelah memikirkan dan menimbang-nimbang, dari situlah muncul gagasan Bunda Ani untuk mendirikan tempat penitipan anak atau daycare. Hal ini bertujuan agar para orang tua terutama seorang ibu, yang tetap ingin bekerja bisa tenang meninggalkan buah hatinya. Sehingga mereka tak perlu khawatir, karena anaknya akan diasuh dan diurus oleh orang-orang yang tepat.

DayCare Alhadi berada tepat di pojok Pasar Taman Aries. Berdiri di sebuah rumah berlantai 2, terdapat ruang tidur, ruang makan, ruang bermain dan pastinya ada taman bermain diluar ruangan.
Ruang tidurpun dipisahkan antara murid laki-laki dan perempuan. Jadi sejak dini di DayCare Alhadi nilai-nilai keislaman sudah ditanamkan.
Materi pembelajarannya juga ada doa sehari-hari, menghafal surat-surat pendek Al-quran. Saat ini dengan 25 anak murid, ada 10 guru yang menanganinya, jadi cukup terawasi dengan baik anak-anak tersebut. Sekali lagi, sebagai orang tua bisa dengan tenang dan mempercayakan anak-anaknya dititipkan di DayCare Alhadi.

Nah sore itu, begitu masuk lokasi, sudah terlihat warna warni khas anak-anak, tangga menuju lantai dua, sengaja ditempelkan angka sampai 10 dengan aneka warna untuk kreasinya.
Di lantai dua, tempat acara berlangsung sudah ada panggung kecil, untuk menunjukkan aktifitas anak-anak, seperti tarian, doa-doa dan hafalan surat pendek, serta dongeng dari Kak Ridho. Sore itu, para orang tua dibuat kagum oleh perfomance anak-anak. Yang paling heboh, adalah saat kak Ridho mendongeng jelang azan magrib, anak-anak begitu antusias mendengarkan, dan berinteraksi dalam setiap lontaran dari pendongeng. Melihat hal tersebut, membuatku haru, anak-anak hebat, teruslah belajar baik pelajaran umum dan agama. Dengan modal pelajaran agama yang baik, kelak akan tercipta generasi yang mumpuni.

Dengan diadakannya acara buka bersama, bunda Ani berharap akan terjalin tali silaturokhim yang kuat antara pengurus DayCare dan para orangtua murid. Jadi tanggung jawab kebaikan dan kemajuan anak-anak adalah tanggung jawab bersama.

Sayup-sayup suara adzan mulai terdengar, salah satu miss memimpin doa buka puasa, wow dengan lantang anak-anak melantunkan doa tersebut. Alhamdulillah anak sholeh dan sholehah, dengan berakhirnya lantunan doa buka, puasa, saya dan beberapa teman beserta para orang tua, mulai mencicipi menu buka bersama. Alhamdulillah puasa yang ke 20, telah terselesaikan dengan baik. Kami sholat magrib bersama. Sebelum acara benar-benar ditutup, ada donasi untuk anak yatim, donasi terkumpul dari para orangtua dan dari DayCare Alhadi, semua itu adalah wujud dan pembelajaran untuk anak didik, supaya lebih peduli sesama dan berbagi. Indahnya sore itu bersama anak-anak lucu dan hebat

Buat ayah bunda, untuk informasi lebih lanjut DayCare Alhadi, bisa tanya-tanya atau datang ke alamat dibawah ini:

Jl. Taman Aries Blok F No.8 Kembangan, Jakarta Barat 11620 Telp:(021)58544

E-mail: alhadiaries8@gmail.com

http://www.Alhadidaycare.comhttp://www.alhadidaycare.com

Cp: Bunda Ani – 081289497397

Miss Titin – 085892362754

SASTRA ISLAM DALAM SEBUAH DISKUSI JELANG RAKORNAS

Sebuah puisi pendek karya, Nia Tiara.

TUNDUKKU

Laksana semesta rindu selaksa asa.
Alam terlukis nan elok membuai kalbu.
Rindu menggebu akan kasih rahmatMu
Kelak kesanalah pasti tempatku mengadu

Sujudku tak bertepi, Tunduk merunduk menghiba dan memuji.
Hanya padamu HuRabbi
Semesta alam nan abadi

(Inspirasi dari surah Al-Fatihah:2)
Tambun, 18 Mei 2019

Menurut saya pribadi, karena agama saya Islam, otomatis saya hanya akan membuat karya yang baik, artinya unsur keislaman dan kebaikan harus ada. Terlebih karya tersebut akan dibaca orang lain. Jadi Islamlah yang membentengi saya hanya membuat karya yang baik dan santun.

Senin, 20/5/19 bertempat di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi no. 51, Jakarta Pusat telah berlangsung FORUM GROUP DISKUSI, yang dihadiri oleh:
1. Ketua MUI, KH Shodiqun
2. Wakil Ketua MUI, H.Zainut Tauhid
3. Sekertaris Komisi Fatwa MUI, H.M Asrorun Ni’am Sholeh
4.Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam, Habiburrahman El-Shirazy
5. Pakar Sastra, Ahmadun Yosi Herfanda
6. Pakar Sastra Arab UI, Bastian Zulyeno
7. Penulis Novel, Helvy Tiana Rosa. Dan beberapa sastrawan, blogger, serta para pengurus Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam MUI pusat.

Sebagai Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam MUI Pusat, Habiburrahman El-Shirazy yang akrab dipanggil Kang Abik ini membuka sekaligus memimpin diskusi Sastra Islam. Menurut Kang Abik saat ini banyak kalangan anak muda yang membuat karya islami, terbukti tiap pekan ada dua atau tiga karya yang terkirim lewat email, yang minta di endors. Namun dari beberapa anak muda tadi juga ada yang mundur tidak berkarya lagi, karena ada penganut Islam garis keras, mengungkapkan bahwa karya sastra mengandung kebohongan, walaupun ada nilai-nilai kebaikannya. Karena ada unsur fiksi maka karya sastra tersebut termasuk Bid’ah.
Dalam forum tersebut Kang Abik tak lupa meminta pihak MUI, untuk memberikan Fatwa Sastra Islam itu halal atau haram.

Pemaparan Sekretaris Komisi Fatwa MUI, HM Asrorun Ni’am merujuk pertanyaan dan pernyataan dari Kang Abik, tentang fatwa untuk Sastra Islam, khusus fiksi atau cerita imajinatif. “imajinasi, satu jalan cerita bawah alam fikir, sesungguhnya sudah diatur di dalam Islam. Selama imajinasi tersebut masih berbentuk imajinasi saja didalam fikiran, maka belum ada ketetapan hukumnya. Tetapi, jika imajinasi tersebut sudah terwujud dalam bentuk karya sastra, maka akan ada hukumnya, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan”.

Fatwa sastra islam sendiri harus memuat nilai keislaman, aqidah, syariah, muamalah dan dzikir. Sehingga karya sastra tidak hanya untaian kata-kata indah saja, tapi juga menonjolkan nilai-nilai keislaman”. lanjut HM. Asrorun Na’im.

Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda, sedikit menguraikan Sastra Islam, dengan memberikan contoh karya sastra dari, penulis Ayu Utami dengan novelnya yang berjudul SAMAN, yang didalamnya menggambarkan cerita tentang seksualitas yang vulgar dan dianggap tabu pada masanya sehingga mengundang kontroversial dikalangan sastrawan dan pembaca.

Tidak demikian dengan karya Habiburahman El Shirazy, judul novelnya AYAT-AYAT CINTA, sebuah karya sastra yang dikemas cantik memadukan dakwah, bertemakan cinta dengan kultur budaya islam. Kang Abik begitu piawai memberikan pesan yang tersirat dalam novel Ayat-ayat Cintanya, cinta sejoli diungkapkan secara santun penuh nilai-nilai keislaman. Memberikan kebaikan buat para pembacanya.

Sementara itu, menurut Ketua MUI, KH Shodiqun, menjelaskan tentang keindahan Sastra Islam sebagai pembeda dengan sastra lainnya adalah makna yang dikandungnya.

“Sastra itu harus membahagiakan dan indah. Karena Allah mencintai keindahan. Sebuah keindahan yang berakar dari jiwa. Jiwa atau ruh karya adalah Aqidah dari penulisnya”, jelas KH Shodiqun.

Dengan tegas serang Helvi Tiana Rosa (HTR), Sastra Islam: sebuah karya sastra yang dibuat oleh mereka-mereka yang punya wawasan keislaman yang cukup bagus, menuangkan nilai keislaman bertujuan membangun jiwa para pembacanya. Dakwah melalui karya tulisan.

Hasil diskusi seni dan budaya Islam, khususnya Sastra Islam, yang sebelumnya telah digelar diskusi tentang perfilman dan musik islami, maka hasil dari diskusi-diskusi tersebut akan jadi bahan bahasan pada Rakornas Komisi bidang Seni dan Budaya, yang akan menghadirkan sastrawan-sastrawan nusantara, InsyaAllah.

Acara diskusi ditutup dengan buka bersama dan sholat magrib berjamaah. Ngabuburit yang penuh makna, alhamdulillah.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Super Duper Spesial

Yang Spesial-Spesial Ada di Sini

Ceritanya Mama Rayyan

Ceritanya Mama Rayyan ...

Ayo Memasak

Memasak itu mudah

Leila's Blog

Belajar dan Berbagi

JADIKANLAH AKU RAJA

Invite Rizky FAUZI as Speaker - 08986800220 (Chat WA) | SUPPORT HAMIKU SUCCESS with SHARE IT | Setelah DIBACA timbal baliknya harus di-SHARE soalnya gak gratis... - RIZKY FAUZI